Thursday, April 7, 2011

Review: Life As We Know It


Hari yang lumayan melelahkan, jadi malam ini saya memutuskan untuk menonton film saja alih-alih mengerjakan chapter 1 yang masih terombang-ambing itu.. Setelah memilah beberapa film yang tersedia (yang belum saya tonton tentunya) pilihan pun jatuh pada Life As We Know It, sebuah film yang sudah cukup lama saya incar karena ada Josh Duhammel nya. Kyaaaa ada Joshua kyaaaa... *sok akrab sama Josh*


So,  melihat poster film ini,  gak perlu orang jenius buat nebak kalo film ini ber-genre komedi-romantis. Seorang bayi berpopok dengan botol susunya, plus si super hot Josh Duhammel ber-kolor-ria di belakang si bayi dengan sebotol bir di tangannya, dan seorang wanita cantik yang tentu saja bintang utama wanita mengejar di belakang mereka. Oh how I love this kind of movie.. *senyum kiyut*

Cerita diawali dengan pertemuan pertama Holly (si pemeran utama wanita yang bahkan saya tidak mau repot-repot untuk mengingat atau mencari namanya) dan Messer (my lovely Josh Duhammel) yang diberusaha dijodohkan oleh teman mereka. Namun belum sempat mereka berkencan, pertengkaran tak terelakkan dan ini menjadi pertemuan pertama yang mengerikan bagi mereka karena setelah itu mereka tetap harus saling bertemu. Teman-teman mereka yang berusaha menjodohkan mereka tadi (Peter dan Alison) akhirnya menikah dan punya anak dan Holly dan Messer harus selalu menjadi bagian dalam setiap momennya. Bagian terburuknya lagi adalah, kedua teman mereka tadi meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas dan anak mereka, Baby Sophie, diwariskan kepada Holly dan Messer karena hanya mereka berdualah kerabat terdekat yang bisa dipercaya. Yah, disinilah cerita dimulai menarik. Bagaimana Holly dan Messer mengawali masa-masa hidup bersama mereka dan mengalami masa menolak mengakui kenyataan. Konflik-konflik yang muncul tidak terlalu banyak dan endingnya dapat ditebak dengan sangat mudah, Holly dan Messer yang sejak awal sudah bermusuhan bisa berbaikan bahkan jreng jreng uhuk uhuk jreng sejak kedekatan mereka selama merawat Sophie. Sorry lho itu bukan spoiler, soalnya di semua film ber-genre seperti ini ending ceritanya memang predictable banget kan. Not a bad thing actually. Di saat-saat suntuk bin mumet begini siapa yang butuh film berat iya kan? Yang penting enjoy. #halah

No comments: