Wednesday, November 9, 2011

Objek Wisata Kita

Teacher: Coba sebutkan beberapa objek wisata yang terkenal yang ada di luar Indonesia!!

Kids: (rebutan jawab) Universal Studio! Opera House! Eiffel Tower!!

Teacher: Oke, good.. Sekarang sebutkan beberapa objek wisata terkenal yang ada di Indonesia!

Kids: (masih rebutan jawab) Danau Toba! Keong Mas! Taman Laut Bunaken! Pantai Kuta!!

Teacher: Very good. Kalo objek wisata yang ada di Pekanbaru apaan hayo??

Kids: Mall! Labersa? Alam Mayang?

Me: (dalam hati: yah memang cuma itu yang kita punya nak..)

Friday, October 21, 2011

Tidak Tinggal di Riau

Jovan: "Miss, Jovan gatau jawaban soal ini!"

Me: (melongok melirik kertas soal Jovan) Soal latihan: "Apa penyebab utama kabut asap di Riau?"

Jovan: "Apa Miss? Asap mobil ya? Asap motor ya?"

Me: "Asap kendaraan bermotor juga penyebab kabut asap, tapi penyebab utamanya kalo di Riau kebakaran hutan." (menjelaskan dengan sangat bijak)

Jovan: "Mana ada hutan di Riau???!!" (mendadak emosi) (ditunjukkan dengan adanya serangan tanda tanya dan tanda seru)

Me: "Lho? Ya ada.. Di Riau ini banyak sekali hutan. Kita tinggal di Riau kan? Jovan tinggal di Riau kan? ..." (belum selesai menjelaskan sudah dipotong Jovan)

Jovan: "Tidak! Jovan tinggal di Sudirman. Louis tuh yang tinggal di Riau!!"


Jovan, 7 tahun, kelas 2 SD
Belum belajar provinsi
Menganggap Riau itu hanya nama jalan

Monday, September 26, 2011

The crying muscles

My Life in Suit Deck "Gemini Project"
Zack and Cody were doing something like outbond,
Zack: (super tired) My muscles r crying!
Cody: It's called sweat!


P.s: I just tried to do a cardio dance. It seems so easy, but so damn hurt!! Yes, it makes my muscles crying too..

Saturday, July 30, 2011

It All Ends

"It was the end of a decade, but the start of an age
 long live all the magic we made!"





Sad to realize that it's all really over. It is just too epic. :'(


Friday, April 22, 2011

Lagi-lagi Soal Pengemis


Saya sudah pernah membahas tentang pengemis berkaki buntung dua kali yaitu di sini dan ini. Nah kali ini saya ingin membahas tentang rekan mereka, para pengemis kecil.
Kenapa saya bilang, karena pengemis anak kecil yang saya perhatikan tempat mangkalnya sama denga para pengemis 'buntung' itu yaitu di perempatan SKA. Saya memang sering memperhatikan para pengemis di sini karena saya hampir setiap hari lewat sana. Pengemis kecil ini ada satu orang yang sudah beberapa kali saya tandai karena sikapnya yang sangat tidak baik untuk seorang anak kecil. Perempuan pula. Hal yang membuat saya ingat dengan si kecil ini adalah ketika ada pengemis "buntung" baru di area mereka. Mungkin karena menganggap persaingan akan semakin ketat dengan adanya si 'buntung' baru, dia jadi kurang suka dan menginginkan agar si 'buntung' baru pergi. Hal ini ditunjukkan dengan cara mengata-ngatai si 'buntung'. Gak terima dihina, si 'buntung' balas caci. Umpat-mengumpat dilanjutkan tanpa peduli pada pengendara yang memandang mereka. Dan karena merasa kalah akhirnya si kecil meraup pasir di pinggir jalan dan melemparnya pada si 'buntung'. Lampu berubah hijau dan kami berlalu dari situ dengan kesan mendalam pada si kecil. #halah

Dan kemaren, lagi-lagi saya melihat si anak kecil ini. Kali ini dia berdua dengan temannya, sama-sama pengemis kecil. Awalnya  saya gak memperhatikan mereka sampai saya mendengar kata-kata yang sangat tidak pantas terlontar dari mulut si kecil.

"Kau poyo!! Poyo lonte!!" umpatnya marah pada si teman.

Cuma empat kata itu yang terdengar oleh saya karena setelah itu lampu berubah hijau dan kami pun berlalu. Tapi lagi-lagi hal ini menjadi bahan pikiran saya di sepanjang jalan pulang. Bagaimana bisa kata-kata semacam "poyok" dan "lonte" keluar dari mulut seorang anak yang umurnya mungkin tak lebih dari 6 tahun?? Kata-kata yang sangat tidak pantas diucapkan oleh orang dewasa apalagi oleh anak seumuran dia. Merinding rasanya pas dengar teriakan itu. Dia tau gak sih apa yang dia ucapin itu? Atau itu cuma sekedar digunakan untuk meluapkan emosi pada si teman tanpa tau apa yang dia ucapkan? Ntahlah.. Saya penasaran sama si kecil itu. Kasian. Sekaligus jijik sebetulnya. Tapi lebih besar kasihannya. Lain kali kalo lewat sana pengen ajak ngobrol rasanya. Mungkin bawain dia sedikit makanan  dan minuman. Kalo  uang nggak lah. Soalnya mungkin saja ada sindikat yang memperkerja-paksakan anak-anak seusia itu di sana dan uang yang dikasi ke si anak malah digunakan untuk hal yang gak gak oleh orang-orang tak bertanggung-jawab itu.

Tuesday, April 19, 2011

Sepanjang Jalan Pulang

Waktu di jalan pulang les tadi ada dua hal yang saya notice :
1. Ingat pengemis yang pernah saya ceritain di sini? Yang modusnya  pura-pura berkaki satu? Nah, dulunya pengemis semacam ini di perempatan SKA arah ke Labuh Baru itu  cuma ada satu orang, sekarang udah berkembang jadi tiga orang. Tadi yang saya liat cuma dua orang sih, tapi saya ingat yang dua orang tadi itu bukan yang biasanya nongkrong di sana. Yang dua ini anak baru kayaknya. #halah Kok saya bisa yakin banget? Ya iyalah, seminggu lima kali saya lewat  sana tiap  berangkat dan pulang les mau gak mau hapal juga kan mukanya. Yang dua ini baru wajahnya, belum familiar. Nah, yang saya gak habis pikir,, mereka pikir sebodoh apa sih orang-orang yang lewat sana sampe percaya ada tiga orang pengemis berkaki satu di sana. Modus persis sama. Cowok-cowok berumur belasan atau dua puluhan yang melipat satu kaki ke dalam celana sehingga mereka terlihat buntung sebatas lutut, terus ngesot kesana-kemari dengan tampang memelas berharap orang-orang bakal kasian sama mereka. Puhleaseeee..  =__="

2. Kalo yang kedua ini soal sampah. Bukan, bukan soal sampah-sampahan yang saya bahas di sini, ini soal lain. Ini soal seorang pengendara mobil yang seenaknya membuang sampah di depan muka saya di jalan pulang tadi. Ini nih yang namanya DON'T  JUDGE THE BOOK JUST FROM THE COVER. Mobil boleh keluaran baru. Plat boleh plat pesanan. Tapi sikapnya  kalah dari pemulung. Pemulung aja kerjaannya mungutin sampah kan. Nah ini, cover orang kaya tapi jaga kebersihan aja gak bisa. Di jalan raya besar, gak pula sepi, ini jalanan lagi padat-padatnya semrawut sana-sini, dia seenaknya buka kaca jendela dan melempar sampahnya begitu saja. (kena motor gw hoi!) Sampahnya bukan pula tisu atau kertas, tapi gelas plastik bekas minuman yang masih ada es batunya!! Serius ya itu yang buang sampah gak punya otak. Padahal pas gw intip (kaca jendela pengemudi terbuka lebar) yang nyetir itu ibu-ibu perlente yang keliatannya high class banget, di sebelah ada anaknya pula, cowok, masih kecil. Ckckck... Contoh ibu yang baik sekali bukan. Pengen saya teriakin rasanya...

Sunday, April 17, 2011

How to Kepo Someone (part I)

Kepo is my middle name. Kepo-ing someone is (sometimes) my main job. #halah
Ada sangat banyak cara buat ngepoin orang. Biasanya sih semua itu tergantung pada situasi dan kondisi yang memungkinkan dan ke-kepo-an seseorang. #dobelhalah
Jadi ini ceritanya saya ingin berbagi cara ngepoin orang. *senyum jumawa*
check it out!

Saya pernah baca di sebuah buku (lupa buku apa), katanya kalau ingin memata-matai (atau mencari tahu) tentang seseorang maka mulailah dari sampah mereka. Sampah yang dimaksud ya benar-benar sampah. Sampah yang di tempat sampah itu. Kalian akan kaget mengetahui seberapa banyak informasi yang disediakan oleh sekantung sampah karena biasanya orang akan membuang yang terburuk sekalipun ke tempat sampah.

Misalnya: kita mulai dengan membongkar tempat sampah di kamar saya. Dengan membongkar tempat sampah ini paling tidak akan didapatkan beberapa informasi tentang saya tiga hari belakangan ini. (lumayan buat re-call)


ini tempat sampah saya


Setelah dipisah-pisah kita akan mendapatkan:
sampah kemasan makanan dan minuman ringan
Setumpuk besar kemasan makanan  ringan yang mana bisa langsung disimpulkan bahwa saya suka ngemil. Cemilan favorit saya Cheetos net dan Oreo Cake btw.. Murah meriah kan.. :))
P.s: di antara kemasan chiki-chikian itu (kalau kalian jeli) juga ada dua sachet kosong Vegeta Herbal which means si pengkonsumsinya yaitu saya  sedang mengalami masalah pencernaan atau konstipasiong. Nah, terbuka sudah satu aib.. T.T
tisu

Next, ada setumpuk sampah tisu. Kemungkinan-kemungkinan yang ada adalah:
1. saya maniak tisu
2. saya sering nangis belakangan ini (kan ngelap air mata pake tisu)
3. saya lagi flu

3 lembar plastik

Satu plastik bungkus jilbab, satu plastik sampul buku, satu lagi pastik kresek bening. Kemungkinannya:
1. saya baru beli jilbab
2. saya  baru nyampul buku (kalo ngerobek nggak mungkin, soalnya plastiknya masih baru dan bekas digunting)
3. kresek kresek, mungkin bekas jajan goreng. #halah

rautan pensil

 Nah kalo yang ini apa ya kemungkinannya.. Saya meraut pensil? Jelas. Pensilnya buat apa? Buat nulis. Atau buat ngupil? Oke, skip!
memo yang udah dikucek-kucek
MEMO!! Ini kunci penting kalo kita sedang memantau seseorang. Memo atau notes yang berserakan seperti ini sangat penting! Isinya bisa pengingat, bisa pesan, atau bahkan jadwalnya. Fufufu,... 

ikat pinggang putus
 Ikat pinggang yang putus, bisa karena sudah tua, atau karena nggak muat lagi. Yang manakah yang paling memungkinkan?? 


mouse dan kotak mouse 

sepotong karton. kertas dan label jilbab
Sepotong karton yang bahkan saya gak ingat itu darimana datangnya atau buat apa, sepotong kertas yang udah dikerimukin dan isinya tentang curahan hati saya *eaeaeaea* dan sepotong label jilbab. 


Nah, bagaimana menurut anda? Apakah cara ini efektif buat ngepo-in orang? As I said before, itu tergantung sikon dan taraf ke-kepo-an seseorang. Selamat mencoba!! :D :D

P.s: Saya pernah ngubek-ngubek liat di tempat sampah si *sensor* dan nemu Durex dalamnya. Menurut lo?

Thursday, April 14, 2011

Warung Bakso di seputar Pekanbaru

Bakso adalah jenis bola daging yang paling lazim dalam masakan Indonesia. (wikipedia)
Bakso adalah makanan yang sangat popular di kalangan masyarakat Indonesia.
Dan bisa dibilang, bakso adalah makanan favorit saya.
Jadi, mengingat selama tiga hari berturut-turut ini saya makan makanan yang mengandung unsur bakso, maka saya akan menulis pendapat saya tentang tiga warung bakso yang saya kunjungi selama tiga hari itu pula..

1.      CafĂ© Bakso Anyar – Tulang Rusuk dan Mie Ayam
Lokasi di jalan Rajawali, Sukajadi – Pekanbaru

Sebenarnya ini pertama kalinya saya mampir di warung bakso ini. Niatnya waktu itu emang wisata kuliner, jadi emang sengaja muter-muter nyari tempat makan baru. Maka dengan insting yang seadanya, dan bensin motor secukupnya, jadilah saya sore itu muter-muter Pekanbaru hanya demi mencari sebuah tempat makan baru. Gak berapa lama muter maka terpilih lah tempat ini untuk menjadi ajang coba rasa.  Hahaha #halah
Mampir, flirting dikit sama abang tukang bakso mari-mari sini aku mau beli, pesan semangkok bakso dan segelas es teh, lalu duduk manis.

not bad :P
Begitu mangkok bakso sudah di depan mata, yang pertama kali saya lakukan adalah mencicipi kuahnya. Kuah bakso plain tanpa tambahan kecap, saos dan garam itu menurut saya penting banget. Itu lah cita rasa bakso yang kita makan sesungguhnya. (ampun gaya gw)
Dan rasa kuah bakso itu adalah.. jreng jreng jreng.. ringan. J Segar. Menurut saya mungkin karena mecinnya gak berlebihan. Tau sendiri kalo makanan kebanyakan mecin itu rasanya gimana. Saya sendiri gak begitu tahan  sama mecin, kalo makanan yang saya makan kebanyakan mecin biasanya langsung sakit kepala, pusing keleyengan gitu. Tapi yang ini nggak, segar.  Tapi emang agak tawar sih. :P
Tapi saya lumayan suka kok. Mie nya lembut, baksonya lumayan padat, dan harganya juga bersahabat. Semangkok bakso mie plus dua gelas es teh (salahkan cabe ijo keparat itu!!) cuma seharga lima belas rebu. Asoy..

2.      Bakso Mataram
Lokasi di jalan Delima, Panam - Pekanbaru

Hari berikutnya, secara tidak sengaja saya mampir ke warung bakso berikutnya, yaitu Bakso Mataram. Beneran gak  sengaja lho. Ceritanya siang itu saya ke Ahass jalan Delima karena Joko udah waktunya buat diservis lagi. Nah, sambil nungguin Joko diservis, perut kruyuk-kruyuk minta makan. Di sebelah bengkel Ahass terpampang besar tulisan “BAKSO MATARAM” mengundang jeritan perut semakin jelas. Jadi ya wesss,, mampir ae hehehe…
Sebenarnya saya sudah nggak asing lagi sama warung bakso yang satu ini. Sewaktu SMA warung bakso ini merupakan salah satu tempat makan favorit saya. Selain rasanya lumayan, tempatnya juga lumayan cozy, ada lesehannya, dan harga juga pas anak sekolahan. Jadi sewaktu kelaparan di bengkel emang gak ragu lagi buat mampir ke sini.
Akan tetapi, setelah bertahun-tahun gak pernah mampir ke sini lagi, kondisi  fisik maupun mental warung sudah berubah jauh. Begitu memasuki warung hal pertama yang saya tangkap adalah, “Buset! Sepi amat.”
Warung sunyi senyap lengang melangang. Yang terlihat Cuma dua-tiga orang mas-mas pelayan yang duduk duduk melongo menanti pelanggan. Begitu saya masuk langsung ada mas yang datang menghampiri. Buat nanya pesanan tentu saja. Karena siang itu panas banget, saya gak pesan bakso. Aneh aja makan siang di hari sepanas itu bakso. Yang saya pesan adalah nasi goreng special (tapi teteup pake bakso :P) dan teh botol. Makan siang yang sangat standar.
Sembari menanti pesanan saya melihat-lihat kondisi bangunan warung yang sudah banyak berubah. Karpet tempat lesehan bolong di beberapa tempat. Kebanyakan bekas rokok. Dinding bambu yang dulunya keren sekarang sudah  lusuh dan gelap. Meja makannya aduhai ampun berminyak. Meja tempat saya duduk itu, begitu naro tangan di meja, langsung berasa lengketnya. Pas di lap pake tisu errr… +_+
Skip this thing, kita lanjut ke makanan.
As I said before, makanan yang saya pesan adalah nasi goreng special yang mana seharusnya berupa nasi goreng asap beraroma sangat menggiurkan dengan tambahan beberapa butir bakso. Yang saya dapatkan adalah nasi goreng lembek berasap dengan beberapa tambahan bakso. Oke mungkin tidak terlalu berbeda kecuali nasinya yang lengket-lengket dan aroma menggiurkannya yang tiada. Saya makan dengan nestapa.

P.s: Harga nasi goreng special + 1 botol the Sosro = Rp.14.000,-
P.s.s: no picture, saya makan sendirian di sana dan mas-mas nya banyak, tengsin mau foto-foto haha..

3.      Bakso Wisata – which is warung bakso favorit saya J
Lokasi di jalan Rambutan, Pekanbaru

Nah yang ini saya kasi  dua jempol deh. Very recommended!! Bakso nya luar biasa mantap. Besar dan enak dan halus dan legit dan rasanya selangit. Mie ayamnya juga. Saya nggak terlalu mem-favorit-kan mie ayam sih tapi sebagai pemakan segala jenis makanan, mie ayam di sini juga lumayan  patut dicoba. J
Nah, tadi malam (lah sekarang juga malam?) sekitar jam 7-an  lah saya mampir buat mencoba pangsit di sana. Saya sudah pernah makan di sana puluhan kali sebenarnya tapi yang saya pesan biasanya bakso. Kalo gak bakso ya bakso. Kalo gak ya bakso. Pangsit belum pernah sama sekali. Maka berbekalkan rekomendasi dari Greatqo buat mencoba pangsit nya, maka dengan tekad bulat dan bismillahhirohmanirrahim, maka sepulang les tadi mampir lah saya ke sana.
Pesan semangkok pangsit dan segelas es jeruk. Begitu pangsitnya datang..
BUSET DAH DAUN SOP NYA =__="

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, anda tau apa rasanya pangsitnya di lidah saya? GAK ADA RASA. Usut punya usut rupanya flu saya sudah mencapai taraf ke indera perasa mati rasa. Bakso yang biasanya buat dimakan aja saya sayang-sayang saking sayangnya tadi yang berasa cuman asinnya doang. Pangsitnya? Beneran gak berasa. Bahkan es jeruknya juga sepet doang yang berasa. Saya mau nangis. Sakit ini sangat merugikan! Saya kehilangan selera makan!! *nangis darah*
Lihat saja nanti, begitu flu ini sembuh saya  akan kembali ke sana!!

p.s: Kalo harga di sini cuma lebih mahal beberapa ribu kok dari tempat yang sebelumnya.  Pangsit + es jeruk + tempe goreng= Rp. 16.000,-

Thursday, April 7, 2011

Review: Life As We Know It


Hari yang lumayan melelahkan, jadi malam ini saya memutuskan untuk menonton film saja alih-alih mengerjakan chapter 1 yang masih terombang-ambing itu.. Setelah memilah beberapa film yang tersedia (yang belum saya tonton tentunya) pilihan pun jatuh pada Life As We Know It, sebuah film yang sudah cukup lama saya incar karena ada Josh Duhammel nya. Kyaaaa ada Joshua kyaaaa... *sok akrab sama Josh*


So,  melihat poster film ini,  gak perlu orang jenius buat nebak kalo film ini ber-genre komedi-romantis. Seorang bayi berpopok dengan botol susunya, plus si super hot Josh Duhammel ber-kolor-ria di belakang si bayi dengan sebotol bir di tangannya, dan seorang wanita cantik yang tentu saja bintang utama wanita mengejar di belakang mereka. Oh how I love this kind of movie.. *senyum kiyut*

Cerita diawali dengan pertemuan pertama Holly (si pemeran utama wanita yang bahkan saya tidak mau repot-repot untuk mengingat atau mencari namanya) dan Messer (my lovely Josh Duhammel) yang diberusaha dijodohkan oleh teman mereka. Namun belum sempat mereka berkencan, pertengkaran tak terelakkan dan ini menjadi pertemuan pertama yang mengerikan bagi mereka karena setelah itu mereka tetap harus saling bertemu. Teman-teman mereka yang berusaha menjodohkan mereka tadi (Peter dan Alison) akhirnya menikah dan punya anak dan Holly dan Messer harus selalu menjadi bagian dalam setiap momennya. Bagian terburuknya lagi adalah, kedua teman mereka tadi meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas dan anak mereka, Baby Sophie, diwariskan kepada Holly dan Messer karena hanya mereka berdualah kerabat terdekat yang bisa dipercaya. Yah, disinilah cerita dimulai menarik. Bagaimana Holly dan Messer mengawali masa-masa hidup bersama mereka dan mengalami masa menolak mengakui kenyataan. Konflik-konflik yang muncul tidak terlalu banyak dan endingnya dapat ditebak dengan sangat mudah, Holly dan Messer yang sejak awal sudah bermusuhan bisa berbaikan bahkan jreng jreng uhuk uhuk jreng sejak kedekatan mereka selama merawat Sophie. Sorry lho itu bukan spoiler, soalnya di semua film ber-genre seperti ini ending ceritanya memang predictable banget kan. Not a bad thing actually. Di saat-saat suntuk bin mumet begini siapa yang butuh film berat iya kan? Yang penting enjoy. #halah

Sunday, April 3, 2011

Pangsit yang Recommended

Jadi juga makan pangsit. :))
Setelah tersesat sana-sini karena saya gak ingat lokasi, akhirnya ketemu juga di jalan sebelah. Kita salah jalan rupanya, bukan di jalan Cumi-cumi tapi di jalan Ambu-ambu hihi.

Ini teman-teman yang nemenin saya makan..
"Recommended emang nih, ga sia-sia nyasar sana-sini nyarinya" komentar Indra..


Kenny: padahal baru makan tepat sebelum pergi sama kami, tapi pangsitnya biar pedes abis juga ya ken :P

P.s: tempat jualannya emang biasa banget, tapi rasa emang gak bisa bohong.. :))
P.s: worthed banget makan di sini, selain rasanya yang lumayan enak, juga sangat bersahabat dengan kantong. Satu porsi mie pangsit plus satu gelas teh "mandi" alias manis dingin dihargai cuma dengan sepuluh ribu rupiah saja.. :D :D

Tuesday, March 29, 2011

Pembelajaran Hari Ini

nomer satu
nomer dua
si botol susu #halah

Kamu tau apa hubungan gambar nomer 1 dan 2? Adalah jangan pernah memakai benda nomer satu untuk mencuci benda nomer dua karena kemudian air minum anda akan berasa seperti karbol setelahnya.Kthxbai~

Thursday, March 24, 2011

teruntuk Mas Pengemis di Simpang Empat SKA

di simpang empat SKA


Mas, saya sudah berapa kali melihat mas meminta-minta di perempatan sini..
Dengan kaki sebelah "buntung", mas,  bermodalkan tangan dan pantat bergerak ke sana-sini, dengan gagah berani menadahkan tangan demi sesuap nasi..
Mas, saya nggak tau gimana rasanya nggak punya kaki..
Dan mas, demi sesuap nasi rela memaksakan diri berpura-pura tidak mempunyai kaki..
Jangan sampai doa itu dikabulkan Tuhan suatu hari nanti..