Friday, December 26, 2014

Movie Review: PK (2014) #SpoilerAlert

Setelah sukses besar dengan 3 Idiots di tahun 2009, kali ini Aamir Khan dan Rajhirani Kumar kembali berkolaborasi bersama dalam film PK. Mengingat kesuksesan yang mereka raih sebelumnya, wajar kalau publik berekspektasi tinggi terhadap film ini. Dan benar saja, it's a mind blowing movie I'd say.

Film ini diawali dengan mendaratnya sebuah UFO di sebuah padang pasir di Rajashtan, India. Aamir Khan (dalam film ini sebenarnya dia tidak mempunyai nama) berasal dari sebuah planet nun jauh di sana, dimana penduduknya walaupun memiliki bentuk fisik seperti manusia bumi, berkeliaran telanjang dan berkomunikasi dengan cara saling membaca pikiran. 

Aamir Khan, ditugaskan untuk turun ke bumi dalam rangka riset. Untuk mempelajari perbedaan apa yang mereka miliki dengan manusia bumi. Berbekalkan hanya sebuah pendant yang sebenarnya adalah remote control pemanggil UFO kendaraan pulangnya, Aamir Khan pun turun ke bumi dan mulai meneliti sekitarnya. 

Masalah mulai muncul ketika Aamir Khan bertemu dengan seorang penduduk lokal yang keheranan melihat sang alien tidak mengenakan selembar pakaian pun. Si alien yang baru pertama kali melihat manusia bumi itu pun keheranan melihat bagaimana manusia bumi berbeda dari dirinya karena memakai pakaian. Dikiranya pakaian itu adalah kulit manusia bumi yang bentuknya bermacam-macam. Ada yang hitam, ada yang putih. Ada yang ketat ada yang longgar. Berbagai macam bentuk dan ukuran pula. Terkesima akan pakaian si manusia bumi, si alien menjadi lengah dan tanpa sadar pendant nya sudah dirampas oleh si manusia bumi. 

Di sinilah petualangan sang alien dimulai. Setelah observasi singkat, si alien mulai mengerti bahwa berkeliaran telanjang tidak dapat diterima di bumi. Bermodalkan pakaian dan uang yang dicurinya dari sebuah dancing car (mobil yang bergoyang-goyang karena di dalamnya ada pasangan yang sedang berhubungan seks), sang alien mulai menjalankan misinya untuk terus mengobservasi manusia bumi sekaligus untuk menemukan kembali pendant (remote control pemanggil UFO) nya yang telah dicuri. Salah satu kekurangan si alien adalah, dia belum bisa berbicara dalam bahasa manusia bumi dan pengetahuannya yang sangat terbatas tentang bumi. Si alien memiliki sebuah kemampuan untuk menyerap memori dengan memegang tangan seseorang, namun sembarangan memegang tangan tidaklah bisa diterima oleh orang lain. Bahkan oleh Bhairon Singh (orang yang tidak sengaja menabraknya dan mengira si alien lupa ingatan dan tidak bisa bicara karena amnesia) mengartikannya sebagai sebuah ketertarikan seksual dan si alien butuh penyaluran akan kebutuhan biologisnya. Bhairon Singh membawa si alien ke sebuah pelacuran dan di sana si alien memegang tangan seorang prostitute selama 6 jam penuh dan mentransfer semua memori serta mempelajari bahasa yang digunakan oleh si prostitute yaitu bahasa hindi.

Di saat bersamaan di Belgia, heroin kita yang bernama Jaggu (Jagat Janani), sedang menyelesaikan kuliahnya di salah satu universitas di sana. Pada suatu hari Jaggu bertemu dan jatuh cinta dengan seorang pria bernama Sarfaraz Yousuf, seorang Muslim yang berasal dari Pakistan. Hubungan cinta ini ditentang oleh ayah Jaggu, penganut Hindu taat, yang sangat tidak menyukai Islam. Sang ayah bahkan berkonsultasi pada Tapasvi (ulama besar Hindu) untuk membawa anaknya kembali ke jalan yang "benar". Tapasvi meramalkan bahwa Sarfaraz akan mengkhianati Jaggu karena semua pria Muslim itu tidak baik. Bertekad untuk membuktikan pada ayahnya bahwa Tapasvi tidak selalu benar, Jaggu mengajak Sarfaraz menikah. Jaggu dan Sarfaraz pun berjanji untuk bertemu keesokan harinya di sebuah gereja dan catatan sipil. Jaggu datang dengan mengenakan gaun pernikahan dan membawa buket bunga. Namun yang didapatnya justru sebuah surat tanpa nama yang diantarkan padanya oleh seorang anak kecil. Tersugesti oleh ramalan Tapasvi, Jaggu mengira surat itu ditujukan dari Sarfaraz untuk dirinya. Patah hati, Jaggu pun kembali ke India walau tak lagi diterima oleh keluarganya.

Beberapa bulan berselang di Delhi, Jaggu sedang di dalam perjalanan menuju kantornya ketika dia bertemu dengan seorang pria aneh yang tak lain tak bukan adalah mister alien kita, yang membagi-bagikan selebaran aneh di dalam kereta bertuliskan, "Missing! GOD!" "Telah hilang, Tuhan!"Hubungi PK di reruntuhan tangga jika kau menemukannya!" Selebaran yang sangat aneh menurut Jaggu. Merasa ada cerita di balik pria ini, Jaggu memutuskan untuk menguntitnya. Dan benar saja, Jaggu menemukan banyak sekali keunikan pada pria aneh itu.  Singkat cerita, Jaggu berhasil mewawancarai si alien aneh ini yang ternyata dipanggil PK yang artinya Typsy atau mabuk karena ocehan-ocehannya yang kadang tidak masuk akal. Si alien jujur menceritakan asal usulnya dan identitasnya yang sebenarnya kepada Jaggu, tetapi Jaggu tentu saja tidak percaya begitu saja dan malah menuduh PK gila. Namun akhirnya PK berhasil membuat Jaggu percaya pada dirinya dengan menunjukkan kemampuannya yang mampu membaca pikiran orang lain jika berpegangan tangan dengan orang tersebut.

Terkejut akan kebenaran yang ditunjukkan PK, Jaggu pun mempercayai PK dan bertekad untuk membantu PK untuk menemukan kembali pendantnya yang hilang.

Film ini mengangkat isu agama yang beredar di India, tentang perbedaan umat Islam dan Hindu dan Katholik dan sebagainya. PK, sang alien yang tidak mengenal Tuhan, berusaha mencari keberadaan Tuhan karena setiap dia minta bantuan kepada seseorang untuk membantunya menemukan pendant itu, jawaban yang dia terima selalu, "Hanya Tuhan yang tahu.'", "Minta tolonglah kepada Tuhan.", "Hanya Tuhan yang bisa membantumu." Dia bertanya-tanya, bagaimana caranya supaya Tuhan membantunya. "Berendamlah di sungai Gangga dan pecahkan kelapa di depan patung Tuhan." Kata umat Hindu. Namun begitu dia bertandang ke rumah Tuhan yang lain (gereja) dengan membawa kelapa, dia diusir dan dilarang masuk. Umat Khatolik di dalamnya menyembah Tuhan mereka dan mempersembahkan anggur. Maka pergilah dia membeli anggur supaya diperbolehkan berdoa kepada Tuhan. Begitu anggur sudah di tangan, dia bertanya kepada orang yang ditemuinya di jalan dan bertanya, "Dimanakah rumah Tuhan yang terdekat?" Dan dia diarahkan oleh orang tersebut menuju mesjid. Dengan membawa anggur memasuki mesjid, tau sendiri kan apa yang akan terjadi pada PK? PK bingung. Kenapa ada banyak sekali Tuhan. Kenapa permintaan dan peraturan-Nya berbeda-beda? Tuhan yang mana yang harus dia mintai tolong?

Isu yang cukup berat untuk diangkat dalam sebuah film. Gak heran kalo film PK ini di banned di beberapa tempat/negara karena dianggap tidak pantas dan melecehkan. Namun, jika penonton cukup cerdas, saya rasa mereka bisa memilah bagian mana yang bisa diterima dan bagian mana yang tidak bisa diterima.

Apakah PK akan menemukan kembali pendant nya? Apakah PK bisa kembali ke planet asalnya? Apa yang sebenarnya terjadi antara Jaggu dan Sarfaraz? Nonton sendiri aja yah selengkapnya. Film ini layak tonton sekali kok. Berbobot, namun dipenuhi dengan kekonyolan dan joke-joke ringan sehari-hari yang tidak basi.

Genre: komedi, drama, fantasi
Running Time: 2 jam 30 menit
Rate: 8,5 / 10

P.s: this is just my personal-non-professional judgement ya ;) Just an amateur review. :)
Selamat menikmati.. 

5 comments:

danirachmat.com said...

Penasaraaaaannnn! Awalnya kirain film India kebanyakan euy. Tapi begitu mulai baca tentang agama kok jadi penasaran.

YSalma Yeni said...

Jadi penasaran juga sama film ini, kayaknya lumayan berat juga sebagai sebuah tontonan.

Ferfau said...

Pas baca spoiler ini, gw langsung buka lagi trailernya. Dulu sempet tau soal film yg posternya Aamir Khan bugil itu, kirain bakal kayak 3 Idiot gitu, ternyata beda.

Ninda said...

kayaknya oke... mimiw donlod atau copy?

ranselijo said...

Katanya ini film bagus banget. Terus aku baca review tambah bikin ngangguk-ngangguk membenarkan. Huoo...pengin nonton juga :D